Memilih rumah
minimalis ternyata bukan hal mudah. Karena acapkali bentuk dan desain yang
ditampilkan hampir mirip. Apakah harus memilih rumah yang atapnya beton atau
genteng? Atau pilih yang jendela kacanya besar-besar? dan beragam pertanyaan
lain.
Sebelum pembangunan
rumah minimalis dilaksanakan, sebaiknya rencana anggaran biaya dibuat terlebih
dahulu, supaya bisa diketahui dari awal berapa biaya yang akan dikeluarkan.
Dengan dibuatnya
rencana anggaran biaya, kita juga bisa merencanakan dari awal jenis dan tipe
bahan material mana yang akan digunakan pada rumah minimalis tersebut.
Di samping itu dengan
adanya rencana anggaran, kita bisa menyesuaian anggaran biaya sesuai dengan
kondisi kantong kita dan kita bisa memilih tipe bahan material yang akan
digunakan untuk pembangunan rumah minimalis. Dengan adanya rencana anggaran itu
pula kita bisa menentukan atau mengetahui dari awal, berapa besarnya biaya yang
akan dikeluarkan untuk membeli rumah minimalis idaman.
Model minimalis yang
baik adalah yang sesuai dengan iklim tropis. Gaya minimalis tapi tetap punya
atap. Selain itu dalam memilih jangan hanya terpikat pada keindahan fasadnya.
Yang terpenting
dicermati adalah layout ruangnya. Apakah sesuai dengan iklim Indonesia atau
tidak. Karena secantik-cantiknya fasad rumah, kalau layout-nya tidak cocok
dengan kebutuhan, jangan dipaksakan.
Yang ideal,
ruang-ruangnya fungsional, hubungan antar-ruang terkoordinasi dengan baik,
udara bisa mengalir lancar ke dalam rumah, begitu pula sinar matahari pagi.
Jadi, keberadaan bukaan dan ventilasi udara penting pada rumah minimalis.
Selain itu kalau
hujan rumah tidak tampias atau bocor. Pada musim kemarau rumah tidak panas.
Pastikan juga dinding rumah tidak banyak terkena sinar matahari langsung.
Pasalnya, dinding tembok menyerap panas pada siang hari, dan dilepas pada malam
hari.
Karena itu rumah yang
temboknya banyak terkena sinar matahari langsung, terasa panas pada siang dan
malam hari.
Sumber : http://bit.ly/RXtf0n
Tidak ada komentar:
Posting Komentar