Bertahan untuk tinggal di rumah tanpa pendingin udara akan
berisiko memicu kehadiran berbagai penyakit. Berbagai alasan dapat
melatarbelakangi Anda menghindari penggunaan pendingin udara. Jika Anda
bersikeras menghindari penggunaan pendingin udara, Anda perlu memastikan
keputusan Anda ini tidak akan berakibat buruk bagi Anda dan keluarga.
Tinggal di rumah yang tidak memiliki pendingin udara memang
menghemat cukup banyak biaya listrik. Sayangnya, udara dan suhu di beberapa
area di Indonesia, terutama kota-kota besar, cenderung panas dan pengap.
Namun, jangan kuatir, beberapa solusi sudah tersedia bagi Anda
yang menghindari penggunaan AC di rumah. Simak berikut ini:
Pilihan
tepat material dinding
Solusi terbaik adalah memastikan bahan bangunan pembuat dinding
rumah Anda mampu menahan panas matahari. Dinding yang mampu menahan panas,
artinya ia "menunda" panasnya udara di luar masuk ke dalam rumah.
Namun, bahan bangunan yang dimaksud ini bukan bahan tempelan,
melainkan material pembangun dinding. Gunakan dinding batu alam, dinding beton,
dinding batu bata, atau dinding kayu. Masing-masing material memiliki kemampuan
menahan panas yang berbeda. Dengan demikian, Anda dapat mengatur seberapa kuat
dan seberapa lama dinding Anda mampu menahan sinar matahari.
Dinding batu alam setebal 30 cm dapat menahan panas hingga 8
jam. Dinding beton setebal 15 meter dapat menahan panas hingga 3,8 jam. Dinding
batu bata setebal 10 cm dapat menahan panas selama 2 jam lebih. Sedangkan
dinding kayu setebal 5 cm hanya mampu menahan panas selama sekitar satu jam.
Elemen
lain sebagai pendingin
Selain material dinding, buatlah atap "menggantung" di
atas jendela rumah Anda. Atap ini akan menjadi pelindung yang mengontrol
masuknya sinar matahari ke dalam rumah Anda. Jangan lupa, selain cermat memilih
material pembuat dinding, Anda juga harus cermat memilih lantai yang dapat
tetap dingin dalam suhu panas. Selain itu, cobalah memelihara tanaman sebagai
"pelindung" rumah Anda dari teriknya sinar matahari.
Pro dan
kontra pendingin udara
Jika cara mendinginkan udara ini belum cukup bagi Anda, tidak
ada salahnya sesekali menggunakan pendingin udara atau memasang pendingin udara
hemat energi.
Pendingin udara atau Air Conditioner (AC) memang dapat
menyebabkan perubahan temperatur udara yang cukup ekstrem. Hal ini mampu
menyebabkan gangguan pernapasan dan kekeringan pada kulit. Selain itu, pemilik
rumah dapat terkena beberapa penyakit yang diakibatkan oleh sirkulasi udara,
debu, dan jamur.
Namun, AC tidak sepenuhnya memberikan efek buruk bagi
penggunanya. Baik digunakan di rumah atau di perkantoran, AC dapat memicu
produktivitas. Selain itu, suhu yang lebih rendah menghindarkan ruangan dari
serangga, parasit, dan penyebab alergi lainnya. Jika pengguna memastikan kebersihan
saringan AC secara rutin, AC bahkan mampu meningkatkan kualitas udara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar